By Muhammad Abdullah Darraz Ketika Rasulullah SAW sedang sakit keras menjelang wafatnya, tepatnya pada Kamis, beliau memanggil beberapa orang sahabatnya. Mereka dipanggil agar berkumpul di hadapan beliau untuk menyaksikan wasiat yang dia ingin tulis. Rasulullah berseru, “Datanglah kalian padaku, aku akan tuliskan sebuah wasiat yang dengannya kalian tak akan tersesat selamanya setelah aku wafat.” Namun demikian, di sela-sela penyampaian wasiat itu, terjadi percekcokan di antara para sahabat yang hadir saat itu. Padahal tidak sepatutnya itu terjadi di hadapan Nabi, apalagi ketika beliau sedang sakit keras. Dengan adanya percekcokan itu, Nabi jadi meracau (ahjara) . Akhirnya Nabi mengusir mereka. “Tinggalkan aku!!” kata Nabi. “Jika kalian tinggalkan aku sekarang, keadaanku akan lebih baik daripada tuntutan yang kalian lakukan padaku.” Lalu Rasulullah menyampaikan wasiat. Dari tiga hal yang ingin beliau sampaikan, hanya dua saja yang sempat ia utarakan. Pertama, wasiat untuk...