Skip to main content

Posts

Ketika Manusia Menciptakan Tuhan

Setelah menyaksikan film yang diperankan Aamir Khan dan Anushka Sharma yang berjudul PK, saya seolah ditarik dalam lembah perenungan untuk kembali berpikir. Isi dari film itu lumayan berat, tentu bagi yang mengenal apalagi memaknai agama dan Tuhan secara instan. Kendati dikemas dalam konteks komedi satir, film itu justru berhasil ketika melihat ukuran pendapatan yang diraih. Film ini diberi jempol oleh berbagai negara. Meski film ini dirilis pada tahun 2014, hingga sekarang masih ramai dalam perbincangan. Dalam film itu mengisahkan Aamir Khan adalah seorang penghuni planet lain yang ditugaskan untuk sebuah misi penelitian di bumi. Misinya kemudian berlanjut setelah liontin miliknya dirampas paksa oleh seorang yang ia tak kenali. Karena tanpa liontin itu, maka mutlak baginya menjadi penduduk bumi untuk selamanya. Sepanjang pencarian liontin yang ia sebut “Remot Kontrol” itu, yang ia temukan, orang-orang hanya menjawab seraya berpasrah, “Hanya Tuhan yang dapat menolon...

SHALAT: Perbedaannya Dalam Iman Kristen dan Islam

 Oleh: Taufik Hidayat Perlu dikemukakan, istilah Arab "shalat" (Aramaik: "Shelota" ) sama-sama dikenal baik dalam Islam maupun Kristen, khususnya Kekeristenan Timur. Sejarah Islam mencatat sekitar tahun 627 M ketika Muhammad menerima gelegasi dari Najran, orang-orang Kristen dipersilahkan shalat di masjid milik umat Islam.1 Catatan sejarah ini membuktikan bahwa ada paralel tradisi ibadah antara kedua umat beragama, sehingga istilah ini tidak asing bagi kedua komunitas iman. Al-Qur'an dan sumber Muslim mengakui bahwa "shalat" sebagai ritual keagamaan bukan pertama kali diperkenalkan Islam. Jawwad 'Ali dalam bukunya Tarikh ash-Shalat fi al-Islam , membahas paralelisasi ritual Islam ini dengan agama-agama sebelumnya, khususnya Yahudi dan Kristen. 'Ali lebih melacak asal-usul ritual shalat dalam Islam ini paralel dengan Yudaisme, 2 padahal lebih dari kedekatannya dengan Yudaisme, waktu-waktu shalat dalam Islam, ternyata lebih dekat dengan ...

Politik dan Gelak Tawa

Seiring mengemukanya peran media sosial beberapa waktu terakhir, politik yang sesungguhnya urusan sangat serius itu, tak hanya hadir secara kian interaktif di hadapan kita, tetapi juga tampil dengan wajah penuh lelucon. Kini, baik di WhatsApp, Facebook, maupun Twitter, mungkin hampir setiap hari kita melihat meme, artikel, dan status, yang menampilkan anekdot, satirisme lucu, hingga olokan tentang politik maupun elite-elite yang dianggap nganeh-nganehi. Sejumlah orang meyakini, kekuatan lelucon punya potensi mendekonstruksi, dan bahkan, melumpuhkan mitos-mitos kekuasaan. Yang lain mempercayai, gelak tawa muncul hendak mengungkapkan kebenaran yang disembunyikan. Singkatnya, dengan lelucon kritik dan perlawanan terhadap "ketidakwarasan" penguasa dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, menghibur, tapi sekaligus diharapkan memiliki daya untuk mengingatkan penguasa agar tak mengulang hal yang sama jika tak berkenan ditertawakan. Namun, belakangan, melihat realitas yang a...

Upaya Modernisasi Pendidikan Islam di Indonesia (Telaah Pemikiran Azyumardi Azra) Bagian I

Berbicara pendidikan Islam di Indonesia pada saat ini senantiasa mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari pengamat pendidikan, pakar, praktisi, hingga masyarakat awam. Hal itu terjadi karena pendidikan mampu memberikan berbagai dimensi kajian dan persoalan yang sangat kompleks dan problematik. Berawal dari Abad ke-21, dalam tataran teoritik konseptual pendidikan Islam mengalami kemandekan akut akibat kuatnya pengaruh dari sistem pendidikan tradisional. Selain itu, pendidikan Islam saat ini masih bercorak teologis normatif tanpa memikirkan kontekstualnya. Akibatnya, pendidikan Islam di Indonesia sering mengalami keterlambatan dalam merumuskan diri untuk merespon perubahan dan kecenderungan masyarakat sekarang dan akan datang. Pendidikan Islam saat ini masih terus tetap berorientasi pada masa silam daripada berorientasi ke masa depan sehingga akibatnya pendidikan Islam sering kalah bersaing dengan dalam banyak segi dari pendidikan umum. Bahkan, jika dilihat...

Stephen Hawking, Ibn Sina, dan Eksistensi Tuhan

Ilmuwan terkemuka dunia, Stephen Hawking, mengehembuskan nafas terakhirnya pada hari Rabu, dinihari tadi. Kita ulas kembali kiprahnya di dunia sains. Ide dari tulisan ini muncul setelah membaca sebuah artikel tentang perdebatan agama dan sains beberapa waktu lalu. Atas dasar perkembangan teori penciptaan modern, penulisnya membangun pendapat tentang hubungan agama dan sains. Adalah Stephen Hawking yang memunculkan teori baru tentang keberadaan alam semesta dan sekaligus mengoreksi teori dentuman besar (big bang) Albert Einsten. Berbeda dengan Einstein, Hawking dalam penelitian terbarunya malah membuktikan bahwa alam ini tidak berawal dari sebuah dentuman besar, serta tidak pula memiliki permulaan dan akhir. Pertentangan teori sains dan agama seperti ini membuat penulisnya berpendapat bahwa sains dan agama berada dalam dua wilayah berbeda yang sama sekali tidak bisa dihubungkan. Yang menarik perhatian saya adalah kesimpulan sang ilmuan tentang penegasian eksistensi Tuhan dan kesimpu...

Kekerasan Kitab Suci “Tanakh” Agama Yahudi

Tanakh adalah istilah atau nama lain dari kitab suci agama Yahudi dalam bahasa Ibrani. Dalam bahasa Yunani disebut dengan Pentateukh (“Lima Wadah” atau “Lima Gulungan”). Kitab tersebut terdiri dari lima  kitab diantaranya; Kitab Kejadian/ beresyit, kitab Keluaran/ syemot, kitab Imamat/ wayiqra , kitab Bilangan/ bemidbar, dan kitab Ulangan/ debarim . Kitab ini dalam pemahaman Islam disebut dengan istilah “Kitab Taurat” Yang menjadi pertanyaan disini, apakah benar Kitab Suci membenarkan kekerasan? Pertanyaan ini terasa lelucon belaka bagi mereka yang menganggap agama itu hanya mengajarkan hal-hal yang baik, seperti perdamaian, tolong-menolong, persamaan, dan keadilan. Tapi pada kenyataannya, Kitab Suci menggambarkan kekerasan dalam beragam bentuk. Baik dari himbaun secara lisan dan praktik kekerasan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh sentral kitab suci hingga Tuhan sendiri yang digambarkan bahkan melakukan kekerasan sendiri. Tulisan ini akan dimulai dengan “warisan bermasalah” ...

Setia Pada Janji

Gempa bumi di Armenia pada tahun 1989 hanya memerlukan waktu empat menit untuk meluluh lantakkan seluruh negeri dan menyebabkan 30.000 jiwa meninggal. Sesaat setelah gempa itu berhenti, seorang ayah berlari cepat menuju sebuah sekolah untuk mencari anaknya. Ketika tiba disekolah, ia menemukan bahwa sekolah berlantai empat tersebut telah rata dengan tanah. Sambil memandang reruntuhan gedung sekolah yang telah menjadi puing-puing, ia teringat pada janjinya pada anaknya katanya:”Apapun yang terjadi aku akan selalu kesini untuk menjemputmu.” Terdorong oleh janjinya pada anaknya, ia mencoba untuk mencari anaknya ditengah reruntuhan gedung sekolah tersebut. Ia menyingkirkan batu-batu dan puing-puing yang ada. Beberapa orang lain yang melihatnya berkata: “Sudah terlambat. Mereka semua sudah meninggal.” Namun si ayah ini menolak untuk mundur. Ia terus menggali ditempat yang ia perkirakan ruang kelas anaknya yang berada dilantai dasar yang tertimbun reruntuhan. Ia terus menggali dan menyin...